DISELAMATKAN OLEH SENYUMAN
TRUE STORY
Wendy bekerja di satu pabrik pendistribusian daging.
Suatu hari, ia pergi ke ruangan pendingin daging utk memeriksa sesuatu. Sayangnya, nasib buruk menimpanya. Pintu ruangan itu menutup dan ia pun terkunci di dalamnya tanpa seorangpun yg melihatnya. Karena ruangan pendingin daging itu kedap udara, maka yg di luar tdk mungkin mendengar teriakan dari dlm ruangan itu.
5 jam kemudian, saat Wendy berada di ambang kematian karena kedinginan, penjaga keamanan pabrik membuka pintu dan menyelamatkan nyawanya.
Wendy meminta penjaga keamanan itu menceritakan padanya bagaimana ia bisa membukakan pintu ruangan pendingin daging itu, karena pekerjaan itu bukan bagian dari rutinitas pekerjaannya.
Penjaga keamanan itu menjelaskan begini: "Setiap hari ratusan pekerja datang dan keluar, tetapi anda adalah salah satu dari sedikit orang yg selalu menyapa dan memberi salam kepada saya di pagi hari ketika datang dan setiap malam ketika hendak meninggalkan tempat ini setelah jam kerja usai.
Banyak yg memperlakukan saya seolah2 saya tidak terlihat. Hari ini, seperti biasanya, anda menyapa dan memberi salam kepada saya saat masuk kerja. Tetapi setelah jam kerja berakhir, saya belum mendengar salam dan ucapan selamat tinggal dari anda.
Oleh karena itu saya memutuskan untuk memeriksa di sekitar pabrik. Saya masih berharap mendengar salam dan kata 'Hai' atau 'Bye' dari anda seperti biasa setiap harinya. Karena tdk mendengar kata salam anda itu, saya tahu sesuatu telah terjadi. Lalu, saya berusaha mencari dan menemukan anda.
What a simple "salam" and 'hello' could lead to million things !!!
Takkan mahal harga dan habis waktu hanya beberapa detik untuk sekedar saling menyapa.
Tanpa pernah mem-beda2kan manusia dgn status sosialnya.
Mari ramah pada semua orang.
Wednesday, April 8, 2015
Semakin seseorang memahami arti penderitaan
(kelahiran, usia tua, kematian, dukacita, ratap tangis, kesakitan, kesedihan dan kesusahan, berkumpul dengan yang dibenci, berpisah dari yang dicinta, tidak mendapatkan apa yang diinginkan. .), memahami asal muasalnya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya; ia semakin tekun, bersemangat, waspada & berbahagia dalam:
1. Menghindari kejahatan dan segala hal yang tak bermanfaat lainnya
(melalui pikiran, ucapan, & perbuatan)
2. Mewujudkan kebajikan dan segala hal yang bermanfaat lainnya
(melalui pikiran, ucapan, & perbuatan)
3. Berlatih mensucikan, memurnikan, membebaskan pikiran dari TIGA AKAR KEJAHATAN & SEGALA YANG TAK BERMANFAAT, yakni Keserakahan, Kebencian, & pekatnya Ketidaktahuan [Lobha, Dosa, & MOHA],
melalui JALAN MULIA BERUAS 8:
1. PANDANGAN BENAR,
2. Pikiran Benar,
3. Ucapan Benar,
4. Perbuatan Benar,
5. Penghidupan Benar,
6. Daya Upaya Benar,
7. Perhatian/Kewaspadaan Benar [pelaksanaan 4 SATIPATTHANA], dan
8. Konsentrasi Benar.
= = = = = = = = =
".. Demikianlah apa yang seharusnya seorang guru lakukan demi kebaikan murid-muridnya, dengan didasari cinta kasih, telah kulakukan untukmu. Di sana ada akar-akar pohon, gubuk-gubuk kosong, BERMEDITASILAH, para bhikkhu, JANGAN MENUNDA, agar tak datang penyesalan.
Ini adalah pesanku untuk kalian"
~ Pesan Sang Buddha kepada YA Ananda dan para bhikkhu lainnya dalam MN 152 Indriyabhavana Sutta, SN 47.10 Bhikkunupassaya Sutta, AN 7.70 ARAKENANUSASANISUTTA: Betapa Singkatnya Kehidupan, dll.
(kelahiran, usia tua, kematian, dukacita, ratap tangis, kesakitan, kesedihan dan kesusahan, berkumpul dengan yang dibenci, berpisah dari yang dicinta, tidak mendapatkan apa yang diinginkan. .), memahami asal muasalnya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya; ia semakin tekun, bersemangat, waspada & berbahagia dalam:
1. Menghindari kejahatan dan segala hal yang tak bermanfaat lainnya
(melalui pikiran, ucapan, & perbuatan)
2. Mewujudkan kebajikan dan segala hal yang bermanfaat lainnya
(melalui pikiran, ucapan, & perbuatan)
3. Berlatih mensucikan, memurnikan, membebaskan pikiran dari TIGA AKAR KEJAHATAN & SEGALA YANG TAK BERMANFAAT, yakni Keserakahan, Kebencian, & pekatnya Ketidaktahuan [Lobha, Dosa, & MOHA],
melalui JALAN MULIA BERUAS 8:
1. PANDANGAN BENAR,
2. Pikiran Benar,
3. Ucapan Benar,
4. Perbuatan Benar,
5. Penghidupan Benar,
6. Daya Upaya Benar,
7. Perhatian/Kewaspadaan Benar [pelaksanaan 4 SATIPATTHANA], dan
8. Konsentrasi Benar.
= = = = = = = = =
".. Demikianlah apa yang seharusnya seorang guru lakukan demi kebaikan murid-muridnya, dengan didasari cinta kasih, telah kulakukan untukmu. Di sana ada akar-akar pohon, gubuk-gubuk kosong, BERMEDITASILAH, para bhikkhu, JANGAN MENUNDA, agar tak datang penyesalan.
Ini adalah pesanku untuk kalian"
~ Pesan Sang Buddha kepada YA Ananda dan para bhikkhu lainnya dalam MN 152 Indriyabhavana Sutta, SN 47.10 Bhikkunupassaya Sutta, AN 7.70 ARAKENANUSASANISUTTA: Betapa Singkatnya Kehidupan, dll.
Berbakti bukan pasrah
Berbhakti bukan pasrah
Umat Buddha selayaknya meletakkan bhaktinya pada Dhamma dengan tidak pasrah pada nasib dan takdir. Dalam Dhamma nasib dan takdir adalah kamma sebagai penentu dari diri sendiri. Karena Buddha bukanlah pencipta yang dapat menghukum siswanya yang salah, ataupun juru selamat yang dapat menolong umatnya dari berbuat buruk. Buddha adalah Guru yang mendidik siswanya untuk belajar bertanggung jawab atas perbuatannya dan mendidik agar mandiri, tidak manja. Buddha telah meninggalkan ajaran Dhamma yang dapat menuntun kita keluar dari samsara dengan semangat melaksanakan moralitas, mengembangkan meditasi, malu berbuat jahat, takut akan akibat dari keburukan. Dengan demikian, maka pengetahuan Dhamma akan muncul, keyakinan akan meningkat, serta kebijaksanaan pun akan muncul. Sehingga umat Buddha tidak lagi menjadi peminta berkah, melainkan pelaksana Dhamma.
Inilah lima kekuatan siswa yang berlatih. Marilah kita berlatih dalam Dhamma sehingga pada akhirnya kita semua dapat merealisasi pencapaian Nibbāna dengan dasar pengetahuan kebijaksanaan.
Sadhu! sadhu! sadhu!
Referensi:
-Bodhi, Nyanaponika. 2003. Petikan Aṅguttara Nikāya. Vihāra Bodhivaṁsa, Klaten: Wisma Dhammaguṇa.
-Saddatissa. 1999. Sutta Nipāta. Klaten: Vihāra Bodhivaṁsa.
-Vijāno. 2013. Dhammapada. Tanpa kota: Bahussuta Society.
Umat Buddha selayaknya meletakkan bhaktinya pada Dhamma dengan tidak pasrah pada nasib dan takdir. Dalam Dhamma nasib dan takdir adalah kamma sebagai penentu dari diri sendiri. Karena Buddha bukanlah pencipta yang dapat menghukum siswanya yang salah, ataupun juru selamat yang dapat menolong umatnya dari berbuat buruk. Buddha adalah Guru yang mendidik siswanya untuk belajar bertanggung jawab atas perbuatannya dan mendidik agar mandiri, tidak manja. Buddha telah meninggalkan ajaran Dhamma yang dapat menuntun kita keluar dari samsara dengan semangat melaksanakan moralitas, mengembangkan meditasi, malu berbuat jahat, takut akan akibat dari keburukan. Dengan demikian, maka pengetahuan Dhamma akan muncul, keyakinan akan meningkat, serta kebijaksanaan pun akan muncul. Sehingga umat Buddha tidak lagi menjadi peminta berkah, melainkan pelaksana Dhamma.
Inilah lima kekuatan siswa yang berlatih. Marilah kita berlatih dalam Dhamma sehingga pada akhirnya kita semua dapat merealisasi pencapaian Nibbāna dengan dasar pengetahuan kebijaksanaan.
Sadhu! sadhu! sadhu!
Referensi:
-Bodhi, Nyanaponika. 2003. Petikan Aṅguttara Nikāya. Vihāra Bodhivaṁsa, Klaten: Wisma Dhammaguṇa.
-Saddatissa. 1999. Sutta Nipāta. Klaten: Vihāra Bodhivaṁsa.
-Vijāno. 2013. Dhammapada. Tanpa kota: Bahussuta Society.
Manfaat menjalankan Uposatha dan Atthasila
Manfaat menjalankan Uposatha dan Atthasila.
Hari Uposatha, umumnya jatuh setiap tanggal 1, 8, 15, 23 dalam penanggalan bulan.
Pada hari-hari ini, umat awam yang berbakti, berusaha melatih diri dengan menjalankan Atthasila, membawa persembahan ke vihara dan mengisi waktu mereka di vihara dengan belajar dhamma dan meditasi.
Atthasila (8 sila) terdiri dari :
Panatipata veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari membunuh makhluk lain)
Adinnadana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari mengambil apa yang tidak diberikan)
Abrahmacariya veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari aktivitas seksual).
* Perhatikan, ini berbeda dengan pancasila biasa, dimana hanya hubungan seks yang tidak benar, sementara dalam atthasila, sama sekali tidak melakukan aktivitas seksual.
Musavada veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari berkata yang tidak benar)
Suramerayamajja pamadatthana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari mengkonsumsi minuman keras dan zat lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan)
Vikalabhojana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari makan pada waktu yang tidak tepat). *yaitu tidak makan setelah lewat tengah hari sampai dengan esok paginya.
Nacca-gita-vadita-visukkadassana mala-gandha-vilepana-dharana-mandana-vibhusanathana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari menari, bernyanyi, mendengarkan musik, pergi melihat hiburan, memakai perhiasan, memakai parfum, dan memakai kosmetik)
Uccasayana-mahasayana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari berbaring di tempat yang tinggi dan mewah)
Tujuan dari melatih sila-sila diatas adalah untuk mencegah kita melakukan karma buruk dan untuk mengurangi keinginan duniawi, kemelekatan terhadap hal-hal yang memanjakan nafsu kita.
Hari Uposatha, umumnya jatuh setiap tanggal 1, 8, 15, 23 dalam penanggalan bulan.
Pada hari-hari ini, umat awam yang berbakti, berusaha melatih diri dengan menjalankan Atthasila, membawa persembahan ke vihara dan mengisi waktu mereka di vihara dengan belajar dhamma dan meditasi.
Atthasila (8 sila) terdiri dari :
Panatipata veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari membunuh makhluk lain)
Adinnadana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari mengambil apa yang tidak diberikan)
Abrahmacariya veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari aktivitas seksual).
* Perhatikan, ini berbeda dengan pancasila biasa, dimana hanya hubungan seks yang tidak benar, sementara dalam atthasila, sama sekali tidak melakukan aktivitas seksual.
Musavada veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari berkata yang tidak benar)
Suramerayamajja pamadatthana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari mengkonsumsi minuman keras dan zat lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan)
Vikalabhojana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari makan pada waktu yang tidak tepat). *yaitu tidak makan setelah lewat tengah hari sampai dengan esok paginya.
Nacca-gita-vadita-visukkadassana mala-gandha-vilepana-dharana-mandana-vibhusanathana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari menari, bernyanyi, mendengarkan musik, pergi melihat hiburan, memakai perhiasan, memakai parfum, dan memakai kosmetik)
Uccasayana-mahasayana veramani sikkhapadam samadiyami (saya mengambil sila menahan diri dari berbaring di tempat yang tinggi dan mewah)
Tujuan dari melatih sila-sila diatas adalah untuk mencegah kita melakukan karma buruk dan untuk mengurangi keinginan duniawi, kemelekatan terhadap hal-hal yang memanjakan nafsu kita.
Nilai
Sebuah Nilai
Seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah di depan murid-muridnya. Lalu ia bertanya,
"Siapa yang mau uang ini?"
Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.
Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya dan kembali bertanya,
"Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Kembali semua murid mengangkat tangannya.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata,
"Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.
Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya,
"Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya.
Bagaimanapun kalian dihina, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinista ataupun bahkan difitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh.
Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh.
Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga dirimu.
Bila kalian kehilangan kepercayaan
terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya"
Seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah di depan murid-muridnya. Lalu ia bertanya,
"Siapa yang mau uang ini?"
Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.
Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya dan kembali bertanya,
"Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Kembali semua murid mengangkat tangannya.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata,
"Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.
Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya,
"Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya.
Bagaimanapun kalian dihina, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinista ataupun bahkan difitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh.
Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh.
Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga dirimu.
Bila kalian kehilangan kepercayaan
terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya"
Kebahagiaan itu..
KEBAHAGIAAN TAK DPT DI UKUR DG APAPUN
Seorang Petani Dan Istrinya Bergandengan Tangan Menyusuri Jalan Sepulang Dari Sawah Sambil Diguyur Air Hujan.
Lewatlah Sebuah Motor Di Depan Mereka. Berkatalah Petani Itu Kepada Istrinya :"Lihatlah Bu, Betapa Bahagianya Suami Istri Yg Sdg Naik Motor Itu, Meskipun Mereka Juga Kehujanan, Tapi Mereka Bisa Cepat Sampai Pulang Ke Rumah Tidak Seperti Kita Yg Harus Lelah Berjalan Untuk Sampai Ke Rumah."
Sementara Itu, Pengendara Sepeda Motor & Istrinya Yg Sedang Berboncengan Di Bawah Derasnya Air Hujan, Melihat Sebuah Mobil Pick Up Lewat Di Depan Mereka.
Pengendara Motor Itu Berkata Kepada Istrinya :"Lihat Bu, Tetapa Bahagianya Orang Yg Naik Mobil itu, Mereka Tidak Perlu Kehujanan Seperti Kita."
Di Dlm Mobil Pick Up yg Dikendarai Sepasang Suami Istri, Terjadi Perbincangan, Ketika Sebuah Mobil Sedan Mercy Lewat 'ϑΐ Hadapan Mereka :"Lihatlah Bu, Betapa Bahagianya Orang yg Naik Mobil Bagus Itu, Mobil Itu Pasti Nyaman Dikendarai, Tidak Seperti Mobil Kita yg Srg Mogok."
Pengendara Mobil Mercy Itu Adalah Seorang Pria Kaya & Ketika Dia Melihat Sepasang Suami Istri yg sdg Berjalan Bergandengan Tangan Di Bawah Guyuran Air Hujan, Pria Kaya Itu Pun Berkata Dlm Hatinya :"Betapa Bahagianya Suami Istri Itu, mrk dg Mesranya Berjalan Bergandengan Tangan Sambil Menyusuri Indahnya Jalan Di Pedesaan Ini, Sementara Aku & Istriku Tidak Pernah Punya Waktu Untuk Berdua² an Spt mrk krn Kesibukan Kami Masing²."
#HIKMAHNYA : Kebahagiaan Tak Akan Pernah Kita Miliki Jika Kita Hanya Melihat Kebahagiaan yg Dimilik Orang Lain & Selalu Membandingkan Hidup Kita Dengan Kehidupan Orang Lain, Tidak Ada Yang Sempurna Di Dunia Ini. Lebih Baik Kita Bersyukur atas Apa Yang Ada & Atas Apa Yang Telah kita peroleh Hari Ini. Karena Itulah Sumber Kebahagiaan Hidup Kita yg sesungguhnya!
Lakukanlah Yang Terbaik Buat Dirimu Sendiri, Buat Keluarga Tercinta Dan Orang² Di Sekitarmu!
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3
Seorang Petani Dan Istrinya Bergandengan Tangan Menyusuri Jalan Sepulang Dari Sawah Sambil Diguyur Air Hujan.
Lewatlah Sebuah Motor Di Depan Mereka. Berkatalah Petani Itu Kepada Istrinya :"Lihatlah Bu, Betapa Bahagianya Suami Istri Yg Sdg Naik Motor Itu, Meskipun Mereka Juga Kehujanan, Tapi Mereka Bisa Cepat Sampai Pulang Ke Rumah Tidak Seperti Kita Yg Harus Lelah Berjalan Untuk Sampai Ke Rumah."
Sementara Itu, Pengendara Sepeda Motor & Istrinya Yg Sedang Berboncengan Di Bawah Derasnya Air Hujan, Melihat Sebuah Mobil Pick Up Lewat Di Depan Mereka.
Pengendara Motor Itu Berkata Kepada Istrinya :"Lihat Bu, Tetapa Bahagianya Orang Yg Naik Mobil itu, Mereka Tidak Perlu Kehujanan Seperti Kita."
Di Dlm Mobil Pick Up yg Dikendarai Sepasang Suami Istri, Terjadi Perbincangan, Ketika Sebuah Mobil Sedan Mercy Lewat 'ϑΐ Hadapan Mereka :"Lihatlah Bu, Betapa Bahagianya Orang yg Naik Mobil Bagus Itu, Mobil Itu Pasti Nyaman Dikendarai, Tidak Seperti Mobil Kita yg Srg Mogok."
Pengendara Mobil Mercy Itu Adalah Seorang Pria Kaya & Ketika Dia Melihat Sepasang Suami Istri yg sdg Berjalan Bergandengan Tangan Di Bawah Guyuran Air Hujan, Pria Kaya Itu Pun Berkata Dlm Hatinya :"Betapa Bahagianya Suami Istri Itu, mrk dg Mesranya Berjalan Bergandengan Tangan Sambil Menyusuri Indahnya Jalan Di Pedesaan Ini, Sementara Aku & Istriku Tidak Pernah Punya Waktu Untuk Berdua² an Spt mrk krn Kesibukan Kami Masing²."
#HIKMAHNYA : Kebahagiaan Tak Akan Pernah Kita Miliki Jika Kita Hanya Melihat Kebahagiaan yg Dimilik Orang Lain & Selalu Membandingkan Hidup Kita Dengan Kehidupan Orang Lain, Tidak Ada Yang Sempurna Di Dunia Ini. Lebih Baik Kita Bersyukur atas Apa Yang Ada & Atas Apa Yang Telah kita peroleh Hari Ini. Karena Itulah Sumber Kebahagiaan Hidup Kita yg sesungguhnya!
Lakukanlah Yang Terbaik Buat Dirimu Sendiri, Buat Keluarga Tercinta Dan Orang² Di Sekitarmu!
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3
Melihat diri sendiri
Introspeksi Diri...
Seekor burung kecil sedang sibuk untuk persiapan pindah, lalu bertemu dengan tetangganya.
Tetangga : "Mau kemana ?"
"Saya mau pindah ke hutan yg di sebelah timur"
"Disini hidupmu khan lumayan baik, mengapa mau pindah ?"
"Semua burung disini tidak suka dengan suaraku. Mereka katakan suaraku sangat jelek. Jadi aku harus pindah"
"Sebenarnya kamu tidak perlu pindah tetapi "hanya" perlu mengubah suara nyanyianmu. Jika tidak bisa mengubah/memperbaikinya, walaupun pindah ke hutan manapun, tetap tidak akan ada gunanya"
Burung kecil, akhirnya menyadari kesalahannya.
Dalam kehidupan sehari 2x, kita harus introspeksi diri.
Jangan selalu menyalahkan lingkungan atau mengkritik orang yg tidak cocok dengan kita.
Sekali waktu, perlu melihat ke dalam diri sendiri.
Orang yg tidak bisa introspeksi diri, kemana pun pergi, akan menemui masalah yg sama & akhirnya akan kelelahan & tidak tahu harus pergi ke mana lagi.
Kalau burung bisa sadar...bagaimana dengan kita..??!!
Seekor burung kecil sedang sibuk untuk persiapan pindah, lalu bertemu dengan tetangganya.
Tetangga : "Mau kemana ?"
"Saya mau pindah ke hutan yg di sebelah timur"
"Disini hidupmu khan lumayan baik, mengapa mau pindah ?"
"Semua burung disini tidak suka dengan suaraku. Mereka katakan suaraku sangat jelek. Jadi aku harus pindah"
"Sebenarnya kamu tidak perlu pindah tetapi "hanya" perlu mengubah suara nyanyianmu. Jika tidak bisa mengubah/memperbaikinya, walaupun pindah ke hutan manapun, tetap tidak akan ada gunanya"
Burung kecil, akhirnya menyadari kesalahannya.
Dalam kehidupan sehari 2x, kita harus introspeksi diri.
Jangan selalu menyalahkan lingkungan atau mengkritik orang yg tidak cocok dengan kita.
Sekali waktu, perlu melihat ke dalam diri sendiri.
Orang yg tidak bisa introspeksi diri, kemana pun pergi, akan menemui masalah yg sama & akhirnya akan kelelahan & tidak tahu harus pergi ke mana lagi.
Kalau burung bisa sadar...bagaimana dengan kita..??!!
Subscribe to:
Posts (Atom)