Sunday, April 5, 2015
Carilah Terang
Jika listrik mendadak mati di malam hari, apa yang kali pertama kita cari? Kalau tidak senter, biasanya lilin. Yang jelas, kita akan segera berusaha mencari hal yang bisa membuat terang. Begitu pula saat kita berada di sebuah ruang gelap. Yang pertama dicari adalah saklar lampu untuk menerangi kegelapan. Tanpa disadari, kita sudah sangat bergantung pada terang. Dan memang, mata tak kan bisa melihat tanpa adanya terang. Secara hukum alam, benda yang tak terkena cahaya, tak akan bisa kita lihat karena tak ada pantulan sinar yang masuk ke mata.
Tapi sayangnya, ketika terang sudah kita dapat, saat kita bisa melihat dengan jelas karena adanya cahaya atau sinar, kadang kita lupa bersyukur. Kita hanya merasa biasa saja matahari bersinar membuat kita bebas melihat apa saja tanpa bantuan lampu atau lilin. Tak jarang, malah kita mencaci matahari saking panasnya bersinar. Malam hari, saat listrik memberikan terang melalui lampu yang menyala, kita pun sudah merasa biasa saja. Padahal, di luar sana, barangkali masih banyak orang yang belum mendapat saluran listrik hingga tiap malam hanya diterangi temaram bulan purnama atau lampu minyak dan lilin.
Sadarkah kita, kalau sebenarnya sinar terang itu adalah kenikmatan mutlak yang telah ada.
Coba ingat saat tiba2 lampu mati. Tak jarang orang segera mengutuk kegelapan yang terjadi. Betapa tidak nyamannya gelap. Inilah yang patut kita renungkan, betapa terang adalah sebuah keberkahan.
Terang mengajarkan banyak hal dalam kehidupan. Untuk itu, mari selalu mensyukuri terang dan nikmat yang bisa kita peroleh. Dan, ingat selalu, bahwa sehabis gelap, pasti akan selalu muncul terang. Sehabis malam, pasti datang pula siang. Semoga kita selalu mampu berpikir terang, dan tetap optimis di dalam kondisi apa pun yang kita hadapi saat ini. Sehingga, kita mampu menegakkan kebaikan di setiap kesempatan.
"If you light a lamp for somebody, it will also brighten your path" ~ Buddha
SECANGKIR KOPI KEHIDUPAN
Memilih hal yg terbaik adalah wajar dan manusiawi.
Namun persoalannya, ketika kita tdk mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kita mulai terganggu.
Kita secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kita terfokus pd cangkir, padahal yg kita nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.
Hidup kita spt kopi sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan dan materi yg kita miliki.
Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati.
Cangkir bukanlah yg utama.
Kualitas kopi itulah yg terpenting.
"Jgn berpikir bahwa materi yg melimpah, karier yg bagus, dan pekerjaan maupun usaha yg mapan merupakan jaminan kebahagiaan. Itu konsep yg keliru. "Kualitas hidup kita, ditentukan oleh apa yg ada di dlm, bukan "Apa yg kelihatan dari luar".
Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tdk merasakan damai, sukacita dan kebahagiaan di dlm kehidupan kita?
Hal itu akan sangat mnyedihkan, krn sama spt kita menikmati kopi basi yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal.
Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.
Mari kita menikmati secangkir kopi kehidupan yg berkualitas.
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3
Warna hitam
Kisah nyata di AS. Ada seorang wanita kulit putih yg hendak melakukan perjalanan dg seorang putranya yg berusia 6 thn. Mereka menaiki taksi yg dikemudikan oleh seorang pria kulit hitam.
Karena si anak tak pernah melihat orang kulit hitam sebelumnya, maka hatinya sangat ketakutan & bertanya pd ibunya:
"Ibu, apakah orang ini bkn penjahat? Mengapa kulitnya begitu hitam?"
Sopir tadi sangat sedih mendengarnya.
Saat itu pula, sang ibu berkata pd anaknya: "Paman sopir ini bkn orang jahat, dia adalah orang yg sangat baik."
Anak terdiam sejenak, lalu bertanya lagi:
"Jika dia bkn orang jahat, lalu apakah dia pnh melakukan sesuatu yg buruk, sehingga kulitnya begitu hitam?"
Mendengar perkataan anak ini, mata pria kulit hitam itu berkaca2, tapi dia ingin tahu bagaimana wanita kulit putih itu menjawab pertanyaan tsb.
Ibu ini menjawab: "Dia adalah pria yg sangat baik, juga tak pernah berbuat jahat. Bukankah bunga2 di kebun rumah kita ada yg berwarna merah, putih, kuning & warna lainnya?
"Benar bu!"
"Bukankah biji benih dr semua bunga tsb berwarna hitam?"
Anak ini berpikir sejenak, "Benar bu! Semuanya berwarna hitam."
"Benih hitam itu yg memekarkan bunga2 berwarna-warni yg indah, sehingga dunia menjadi penuh warna-warni juga, bukankah begitu anakku?"
"Benar bu!" Anak ini seakan tiba2 tersadarkan & berkata:
"Kalau begitu pasti paman sopir ini bkn orang jahat! Terima kasih paman sopir! Anda telah membuat dunia menjadi penuh warna-warni, saya akan berdoa untukmu."
Anak polos ini lalu mulai komat-kamit berdoa, sopir kulit hitam ini tak bisa menahan diri lagi utk tidak mengalirkan air mata
Penjelasan yg bijak, membuat pengertian yg mendalam.
Sudah bijaksana kah kita memberikan penjelasan2 terhadap orang2 yg ada di sekitar kita?. Sehingga menenangkan dan mendamaikan suasana,tak ada lagi saling mencurigai
"Being a good person does not depend on your religion,status,race,color,political views or culture. It depends on how you treat others"
Masihkah dia mencintaiku
Hari ini saya ingin berbagi sebuah pembelajaran dari salah satu pengalaman di ruang terapi yang dibagikan dengan sangat indah oleh guru kami, Ibu Kristin. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sahabat.
Dua minggu yang lalu seorang ibu berusia 65 tahun datang bersama anak perempuannya. Dia datang dengan keluhan rasa cemas yang berlebihan dan juga mengalami gangguan tidur. Saya menghabiskan waktu dua jam untuk menggali data darinya, kira-kira apa yang menjadi sumber masalah dari kecemasannya. Dan saya tidak mendapatkan informasi apa pun yang cukup berarti. Selama proses konseling dan terapi emosinya hanya datar saja. Akhirnya sesi tersebut saya akhiri dengan memberikan beberapa tips yang aplikatif untuk bisa dilakukan.
Saat ibu tersebut hendak pamit pulang, ternyata dia dijeput oleh suaminya. Kami ngobrol sebentar untuk sekedar menyampaikan apa yang keluarga bisa lakukan untuk mendukung proses penyembuhan ibu tersebut. Lalu suaminya menanyakan apa yang bisa dia lakukan sebagai suami untuk mendukungnya? Saya hanya menyampaikan bahwa yang paling dibutuhkan oleh si ibu saat ini adalah disayang suami. Saya menyarankan agar suaminya mulai mengajaknya keluar hanya berdua saja, kalau berjalan menggandeng tangannya, kalau duduk merangkul bahunya. Tanpa aba-aba ternyata apa yang saya sampaikan kepada suaminya membuat si ibu menangis. Saya berikan waktu untuk dia mengekspresikan emosinya sebelum menanyakan apa emosi di balik tangisan itu. Si ibu menangis hingga sesungukkan.
Setelah reda, baru saya tanyakan pikiran apa yang muncul sehingga dia menangis. Dia mengatakan bahwa saran saya untuk suaminya mengingatkan dia pada suatu hal yang selama ini dia pendam. Dia mengatakan bahwa dulu saat pacaran, suaminya mengejar2 dia. Dia senang sekali diperlakukan seperti itu. Dia merasa dicintai dan dihargai. Tapi sejak menikah, dialah yang mengejar2 suami. Seolah suami selalu berjalan di depan dan dia berjalan di belakang suaminya
Sehingga saran berjalan sambil bergandengan tangan (baca: berjalan berdampingan) telah menyentuh hal yang paling yang dia inginkan namun tidak pernah terungkapkan. Hal ini membuatnya terus-menerus bertanya, "Apakah dia masih mencintaiku?" Karena bagi si ibu, syarat dia merasa dicintai adalah ketika orang tersebut adalah ketika mereka bisa berjalan berdampingan, saling menghormati..
Mendengar hal itu, suami si ibu langsung mengatakan, "Ya ampun Ma… Saya masih sayang sama Mama. Saya masih cinta sama Mama." Sambil dia menggenggam tangan istrinya. Si ibu semakin menjadi tangisnya, tapi kali ini bukan karena teringat akan kepahitannya tapi karena bahagia!
Kapan terakhir kali Anda menyatakan bahwa Anda masih mencintai pasangan Anda? Dengan cara apa? Dan apakah dia memahaminya sebagai ungkapan cinta?
Cinta bukan hanya tentang perasaan saja, tapi juga tentang bagaimana menyatakannya.
Mari mencintai dengan benar!"
"Love Is Not About Finding The Right Person, But Creating A Right Relationship. It's Not About How Much Love You Have In The Beginning. But How Much Love You Build Till The End" ( Cinta bukanlah tentang menemukan orang yang tepat, melainkan menciptakan hubungan yang tepat. Bukan seberapa banyak cinta yang anda miliki pada awalnya. Melainkan berapa banyak cinta yang anda bangun hingga akhirnya ) ~ Unknown
Friday, April 3, 2015
Sifat alami Kehidupan
Kehidupan ini bagaikan ladang.
Jika tidak menanaminya dengan baik maka akan muncul ilalang.
Ini adalah hukum alam yang tidak dapat di tawar² lagi.
Kita pernah mengamati seperti apa halaman rumah kosong yang sudah lama tidak ditempati ?
Muncul rumput liar & semak belukar di sana sini.
Apakah pemilik rumah sengaja menabur benih rumput liar itu sebelum dia meninggalkan rumahnya ?
Tentu saja tidak ! Tetapi itulah hukum alam. Jika tidak menanaminya dengan hal yang baik,
maka yang buruklah yang akan muncul.
Hal yang sama juga berlaku di dalam hidup ini. Jika tidak melakukan hal yang baik, maka muncullah tindakan yang jahat.
Jika tidak mengisi pikiran dengan hal yang positif, maka hal negatiflah yang menguasai pikiran.
Amati bagaimana cara kerja tensimeter untuk mengukur tekanan darah.
Kita harus memompa terus agar air raksanya naik. Jika berhenti memompa, air raksa itu akan turun dengan sendirinya.
Hidup kurang lebih seperti itu. Jika tidak memompa diri dengan semangat, antusias, positive thinking, maka akan menjadi orang yang biasa saja atau malah menurun !!
"Jangan ada perkataan kotor yang keluar dari mulut tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun agar yang mendengarnya, beroleh manfaat & semangat.
Belajarlah mengucap syukur atau berpuas hati.
"Your Mind is a garden. Your thoughts are the seeds. You can grow flowers or you can grow weeds" (Pikiran Anda adalah ladang. Pemikiran (bentuk pikiran) Anda adalah benih. Anda dapat menumbuhkan bunga atau Anda dapat menumbuhkan rumput liar ) ~ William Wordsworth
Semoga bermanfaat.
Thursday, April 2, 2015
Angka kehidupan
Jika :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Sama Dengan :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Maka :
H+A+R+D+W+O+R+K / Kerja Keras :
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
K+N+O+W+L+E+D+G+E / Pengetahuan :
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
L+O+V+E / Cinta :
12+15+22+5 = 54%
L+U+C+K / Keberuntungan :
12+21+3+11 = 47%
Tidak ada yang membuatnya jadi 100%.
Lalu apa yang membuatnya 100%..???
Apakah money..? NO..!!!
M+O+N+E+Y =
13+15+14+5+25 = 72%
Leadership..? NO..!!!
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P =
12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%
Ternyata yang bisa membuatnya menjadi 100% adalah "ATTITUDE" / Sikap :
A+T+T+I+T+U+D+E =
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%
Maka ATTITUDE / SIKAP kita dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan yang akan membuat hidup kita menjadi 100% sukses...!!!
Orang-orang yang membawa berkah
Pertama ~
Orang yg Membantu Kita Ketika Susah...
Kedua ~
Orang yg Meninggalkan Kita Ketika Susah...
Ketiga ~
Orang yg Menyebabkan Kita Jadi Susah...
Mengapa membawa BERKAH???
Karena ke 3 jenis org ini secara tidak lansung, selain melatih kesabaran (Potensi Diri) kita, juga membuat kita semakin dewasa dan bijaksana....
Ketika ada org bicara mengenai Anda di belakang, itu adalah tanda bhw Anda sdh ada di depan mereka.
Saat org bicara merendahkan diri Anda, itu adalah tanda bhw Anda sdh berada di tempat yg lebih tinggi dari mereka.
Saat org bicara dgn nada iri mengenai Anda, itu adalah tanda bhw, Anda sdh jauh lebih baik dari mereka.
Saat org bicara buruk mengenai Anda, pdhal Anda tdk pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda, bhw kehidupan Anda sebenarnya lebih indah dari mereka.
"Payung tdk dpt menghentikan hujan. tapi membuat Anda bisa berjalan menembus hujan utk mencapai Tujuan".
Org pintar bisa gagal, org hebat bisa jatuh, tapi orang yg rendah hati dlm segala hal. akan selalu lebih kuat mendapatkan jalan utk menempatkan diri dgn seimbang karena kokohnya pijakannya.